>
Arsip Blog Badhonk

Tuesday, June 4, 2013

Panduan memilih lensa Canon 2013 by ENCHE on APRIL 14, 2013 Setiap lensa ada kasta-kastanya, baik lensa zoom, telefoto dan fix. Posting ini memberikan sedikit panduan bagi yang pusing memilih lensa Canon yang jumlahnya puluhan. Artikel ini juga bertujuan meringankan beban saya menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar lensa he he he. Saya tidak membahas semua lensa disini, terutama lensa-lensa khusus (macro, tiltshift dll), tapi lensa-lensa umum seperti zoom dan fix cukup banyak yang saya tulis disini. Lensa lama juga saya tidak ulas karena kebanyakan tidak diproduksi lagi. Ada dua jenis lensa Canon berdasarkan diameternya, yaitu EF-S dan EF: Lensa EF-S, sesuai dengan singkatannya “S” yang artinya small, berdiameter lebih kecil dari lensa EF sehingga hanya dapat mencakupi sensor berukuran APS-C. Sebagian besar kamera DSLR Canon yang beredar bersensor jenis APS-C. Lensa EF berdiameter lebih besar dari lensa DX sehingga dapat mencakupi sensor berukuran APS-C dan juga full frame yang ukuran fisiknya setara film 35mm. Ada juga lensa berlabel seri L, yang biasanya ditandai dengan fisik lensa yang berwarna putih atau/dan lingkaran merah. Lensa seri L ini berkualitas tinggi dan biasanya memiliki bahan bodi yang tahan air dan debu. Semua lensa seri-L adalah lensa EF, cocok untuk semua kamera DSLR Canon EOS. Lensa-lensa dibawah ini cocok dipakai untuk kamera DSLR Canon EOS yang masih diproduksi sampai hari ini. Untuk harga, hanya perkiraan saja, untuk tepatnya periksa ke toko-toko kamera kesayangan Anda. Lensa zoom standar (EF-S) Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS : Biasanya dipaketkan dengan kamera tingkat dasar (1100D, 650D). Rp 1.25 juta Canon 18-135mm f/3.5-5.6 IS : Biasanya dipaketkan dengan kamera tingkat menengah/canggih 60D/7D. Lensa ini lebih praktis dari 18-55mm karena rentang fokusnya lebih panjang, cocok untuk jalan-jalan. Rp 4 juta Canon 18-135mm f/3.5-5.6 IS STM: Adanya STM membuat akuisisi fokus lebih mulus saat merekam video Canon 15-85mm f/3.5-5.6 IS: Sedikit lebih lebar jarak fokusnya tapi lebih pendek, sisi lebarnya lumayan bagus untuk buat foto landscape yang lebih dramatis. Kualitas foto dan ketajamannya setingkat diatas kedua lensa diatas. Kualitas lensa juga lebih kokoh. Rp 6.6 juta Canon 17-55mm f/2.8 IS USM : Lensa zoom EF-S terbaik, punya image stabilization, ideal buat berbagai jenis fotografi dari acara, pemandangan, portrait, dll. Rp 9.6 juta Rekomendasi: Canon 15-85mm bagus untuk yang mencari lensa jalan-jalan berkualitas yang seimbang dari segi ukuran, harga, kinerja. 17-55mm f/2.8 IS cocok untuk fotografi liputan dan portrait. Lensa zoom standar (EF) Canon 24-105mm f/4 IS L : Lensa praktis untuk jalan-jalan, ketika dipasang di kamera full frame, sudut pandangnya mirip 16-85mm f/3.5-5.6 VR. Rp 10.5 juta Canon 24-70mm f/2.8 L II: Lensa berkualitas tinggi, tajam, kokoh dan gesit, andalan profesional. Rp 20 juta Rekomendasi: Kalau tidak keberatan dengan harga dan ukuran fisik lensa, 24-105mm dan 24-70mm akan memberikan kualitas foto yang sangat baik. Lensa sapujagat (EF & EF-S) Canon EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS : Lensa sapujagat, praktis bagi orang-orang yang ingin lensa lebar dan tele menjadi satu, sehingga tidak repot ganti-ganti lensa. Harga yang mesti dibayar adalah ukuran lensa lebih besar tapi kualitasnya standar-standar saja. Rp 6.1 juta Canon EF 28-300mm f/3.5-5.6 IS USM L : Lensa sapujagat untuk kamera Canon full frame. Sudah cukup berumur dan desainnya terlalu besar. Rp 15 juta Lensa zoom lebar (EF & EF-S) Canon 10-22mm f/3.5-4.5: Lensa super lebar yang biasanya digunakan untuk foto pemandangan atau jurnalistik. Kualitasnya bagus. Rp 6.5 juta Canon 17-40mm f/4 L: Lensa super lebar yang dirancang untuk kamera Canon full frame, tapi sering digunakan juga di kamera crop karena punya rentang fokal yang cukup praktis. Memuat filter berukuran 77mm. Biasanya dipilih karena harganya yang cukup terjangkau. Rp 7.25 juta Canon 16-35mm f/2.8 L II: Lensa super lebar dibuat untuk kamera full frame Canon seperti 5D, 6D, 1D. Cukup praktis dan bisa diandalkan. Merupakan idaman fotografer pemandangan atau jurnalistik. Rp 14.2 juta Rekomendasi: Lensa Canon EF-S 10-22mm f/3.5-5.6 kualitasnya sangat baik, tapi bagi yang keberatan harganya ketinggian atau membutuhkan bukaan yang lebih besar, alternatifnya yaitu Tokina 11-16mm f/2.8 dan 12-28mm f/4. Untuk kamera full frame, saya merekomendasikan 17-40mm f/4, atau 16-35mm f/2.8. Lensa zoom telefoto (EF-S dan EF) Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS – Lensa telefoto murmer, kualitasnya lumayan dibandingkan dengan harganya. Terkadang dipaketin dengan pembelian kamera baru. Rp 2.2 juta Canon 75-300mm f/4-5.6 III – Lensa murmer dibawah 2 juta biasanya, kualitas fotonya kurang kontras, tajam dan ada penyimpangan warnanya. Rp 1.5 juta Canon 70-300mm f/4.5-5.6 IS - Kinerja autofokusnya bagus, kualitas foto juga diatas standar karena ada elemen dispersi rendah. Cocok untuk satwa liar, olahraga lapangan. Rp 6.6 juta Canon 70-200mm f/4 L - Kualitas fotonya bagus dan ukurannya tidak seberat yang f/2.8. Harganya juga terjangkau. Namun tidak adanya anti getar (IS) dan bukaan maksimumnya sedang, membuat Anda kesulitan saat memotret di kondisi kurang cahaya. Rp 7.4 juta Canon 70-200mm f/4 IS L – Kualitas fotonya bagus dan ukurannya tidak seberat yang f/2.8. Teknologi anti getarnya sangat baik, bisa meredam getaran hingga 4 stop. Rp 11.1 juta Canon 70-200mm f/2.8 L - Kualitas fotonya bagus dan kecepatan autofokusnya tinggi, tidak memiliki image stabilization, tapi harganya cukup jauh berbeda dengan yang ada IS nya (lensa dibawah). Cocok untuk fotografi aksi seperti olahraga, satwa liar. Rp 12.2 juta Canon 70-200mm f/2.8 IS L II – Lensa paling top, memberikan kualitas foto dan AF yang sangat bagus, biasanya diandalkan oleh profesional. Karena ada IS, lensa ini praktis untuk fotografi di kondisi cahaya gelap atau terang. Jenis fotografi yang cocok antara lain pernikahan, portrait, olahraga, satwa liar Rp 20.3 juta Canon 70-300mm f/3.5-5.6 L IS – Salah satu lensa telefoto seri L terbaru Canon, kualitasnya foto yang dihasilkan bagus dan fisiknya tidak terlalu besar, tapi sayang bukaannya agak kecil dan tidak konstan. Rp. 15 juta Canon 70-300mm f/4.5-5.6 DO IS – Salah satu dari lensa dengan label DO, yang berarti memiliki ukuran fisik yang kecil dan lebih ringan daripada lensa telefoto seri L lainnya. Rp. 13 juta Canon 100-400mm f/4.5-5.6 IS L – Mencapai 400mm, lensa ini biasanya diminati oleh fotografer satwa liar. Rp 16 juta Rekomendasi: Banyak sekali lensa telefoto yang dipunyai Canon. Tapi yang paling terkenal adalah seri 70-200mm nya. Seringkali orang-orang kebingungan untuk memilih salah satunya. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis memilih lensa telefoto Canon 70-200mm. Untuk yang ingin berhemat dan memiliki lensa berukuran lebih ringan, 55-250mm f/4-5.6 IS lumayan oke. Lensa fixed/prime (tidak bisa zoom, kecuali pakai kaki) Semuanya bertipe EF Canon 24mm f/1.4 II L - Biasanya untuk pemandangan, street photography. Rp 15.5 juta Canon 35mm f/1.4 L – Biasanya untuk fashion portrait, prewedding, street photography. 13.2 juta Canon 35mm f/2 IS Rp. Sama dengan yang diatas, namun bukaan maksnya lebih kecil, tapi punya anti getar/IS. 8.7 juta Canon 40mm f/2.8 STM – Lensa pancake yang ukurannya sangat kecil. Punya motor STM sehingga autofokusnya lebih mulus. Rp 1.5 juta Canon 50mm f/1.8 - Lensa fix termurah Canon. Kualitas bodi dan dudukan lensa dari plastik. Lumayan tajam terutama saat memakai f/4-8 Rp. 850 rb Canon 50mm f/1.4 – Lensa klasik 50mm Nikon Rp 3.65 juta Canon 50mm f/1.2 L - Salah satu lensa yang populer untuk portrait, atau wedding karena bukaannya yang besar mampu membuat latar belakang sangat blur. Rp 14 juta Canon 85mm f/1.8 L - Lensa ini autofokusnya cepat dan hasilnya cukup lembut sehingga cocok untuk portrait close-up atau candid. Rp 3.75 juta Canon 85mm f/1.2 L – Lensa spesialis untuk portrait, cuma lebih kontras dan tajam dibanding dengan yang f/1.8 dan latar belakang lebih blur. Rp 21 juta Canon 100mm f/2.8 Macro IS L – Untuk menangkap detail subjek berukuran kecil, contoh serangga, bunga. Rp 8.2 juta Canon 135mm f/2 L – Populer untuk foto portrait close-up, fashion. Sulit untuk kondisi cahaya kurang karena tidak ada Image Stabilizationnya. Rp 8.6 juta Canon 200mm f/2G IS L - Olahraga lapangan, fashion. Rp 55.3 juta Canon 300mm f/2.8 IS L – Olahraga lapangan, satwa liar, burung. Rp 58 juta Canon 300mm f/4 IS L – Lensa telefoto alternatif yang lebih murah karena bukaan maksimumnya lebih kecil. Rp 13.3 juta Rekomendasi: Beberapa lensa yang menurut saya oke banget yaitu 50mm f/1.2, 85mm f/1.2. 135mm f/2 juga menghasilkan foto yang kontrasnya tinggi dan tajam, tapi sulit makainya kalau kondisi cahaya tidak mendukung (gelap). Kalau untuk yang dananya terbatas, Canon 85mm f/1.8, 50mm f/1.8 adalah lensa yang hasilnya melebihi harganya. Untuk penggemar makro, Canon 100mm f/2.8 IS L Macro merupakan lensa yang sangat bagus.

Friday, May 17, 2013

Cerita Unik dan Menarik Bagi Pria


Bagi banyak pria dan wanita, payudara telah menjadi bagian tubuh yang mewakilkan kecantikan seseorang. Sepasang payudara kerap menjadi simbol seks, dan mampu meningkatkan gairah.

Namun, di balik semua pengetahuan mengenai sepasang payudara, banyak orang yang tak tahu beberapa hal tentang payudara. Ini dia lima diantaranya, seperti dikutip dari Askmen:

1. Wanita dengan implan payudara lebih mungkin bunuh diri

Sebuah studi yang dilakukan selama 15 tahun oleh peneliti Universitas Laval di Quebec, Kanada dan dimuat dalam American Journal of Epidemiology menemukan tingkat bunuh diri lebih tinggi 73 persen pada wanita yang memiliki implan payudara daripada mereka yang tak melakukannya.

Bukan implannya yang menyebabkan risiko bunuh diri, melainkan keinginan untuk memperbesar payudara berkaitan dengan kondisi mental seperti depresi, harga diri rendah, atau gangguan dismorfik tubuh (BDD). Wanita yang menjalani bedah implan payudara menganggap cara itu sebagai sarana untuk mendapatkan kepercayaan diri atau mengatasi masalah pribadi lainnya.

2. Sebagian wanita mengalami orgasme lewat stimulasi payudara

Pendapat ini diungkap  Marshall Miller dan Dorian Solot, yang menulis  "I Love Female Orgasm: An Extraordinary Orgasm Guide". Menurut temuan mereka, sekitar 1 persen wanita mampu mencapai orgasme lewat rangsangan manual pada payudara.

3. Fetisisme payudara dianggap gangguan kejiwaan

Fetisisme dapat didefinisikan sebagai penggunaan benda non seksual atau tak hidup atau bagian dari tubuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual.

Semua pria memang menyukai payudara, namun banyak yang tak mengakuinya secara gamblang. Sebagai gantinya, banyak simbol-simbol yang digunakan untuk menggambarkan kekaguman pada payudara sekaligus untuk memperoleh kepuasan seksual.

4. Payudara kiri lebih besar daripada kanan

Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Annals of Plastic Surgery terhadap 600 wanita. Payudara tumbuh dan membesar saat masa pubertas karena adanya perubahan hormon. 

Dalam perkembangannya, sepasang payudara tak simetris, salah satu lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain.

5. Payudara pria juga bisa mengeluarkan air susu

Bukan hanya wanita yang bisa mengeluarkan air susu dari payudara mereka. Pria ternyata juga bisa secara spontan mengeluarkan air dari payudara mereka.

Namun, kondisi laktasi spontan ini sangat jarang terjadi. Biasanya, laktasi pada pria terjadi saat konsumsi rezim hormon tertentu untuk mengobati beberapa penyakit.

Seperti wanita, pria juga memiliki kelenjar susu. Pengobatan kanker yang memerlukan hormon estrogen memungkinkan pria mengeluarkan air susu, namun belum ditemukan pria yang benar-benar bisa menyusui anaknya

Wednesday, May 15, 2013

Tweet oleh @Sic58_Onny
Badhonk Blog